Putri, Adelia Shaleha and Novita, Dewi Pramanik (2025) Pelayanan Keluarga Berencana Pada Ny. R Dengan Calon Akseptor KB di Puskesmas Cibungbulang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
cover.pdf Download (599kB) | Preview |
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (527kB) |
|
|
Text
PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (392kB) |
|
Preview |
Text
abstrak.pdf Download (694kB) | Preview |
Preview |
Text
daftar isi.pdf Download (450kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (517kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 2.pdf Download (826kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 3.pdf Download (510kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 4.pdf Download (608kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 5 (1).pdf Download (569kB) | Preview |
Preview |
Text
DAPUS.pdf Download (510kB) | Preview |
Preview |
Text
bab 6-2.pdf Download (407kB) | Preview |
Abstract
Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) merupakan pendekatan strategis dalam pelayanan keluarga berencana (KB) tingkat keberhasilan ABPK dalam program KB berkisar antara 24 % hingga 60 % keikutsertaan atau peningkatan pengetahuan/penggunaan. Tujuan utama dari penggunaan ABPK adalah meningkatkan partisipasi aktif klien dalam proses pengambilan keputusan yang sadar, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi klien, mendampingi proses pengambilan keputusan, serta menilai efektivitas penggunaan ABPK dalam edukasi kontrasepsi.
Pendekatan yang digunakan adalah asuhan kebidanan holistik berbasis client-centered care. Proses ini mencakup pengkajian data subjektif dan objektif, analisis masalah, serta edukasi melalui konseling empatik dengan menggunakan media ABPK. Metode yang diterapkan meliputi wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, serta identifikasi faktor psikososial yang memengaruhi keputusan klien
Klien menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan efek samping penggunaan metode implan. Saat ini, klien sedang dalam masa menyusui, tidak memiliki riwayat penyakit keturunan maupun penyakit menular. Klien diketahui baru menyelesaikan masa nifas sekitar 40 hari. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi klien dalam keadaan umum baik, tanda vital dalam batas normal, dan tidak ditemukan kontraindikasi medis terhadap penggunaan kontrasepsi hormonal jenis implan. Melalui edukasi partisipatif menggunakan ABPK, klien memahami manfaat dan keamanan metode implan, dan akhirnya menyatakan kesiapan untuk menggunakannya
Kesimpulan, Klien layak secara medis menggunakan metode kontrasepsi implan, dan mengalami hambatan psikologis berupa kecemasan terhadap prosedur pemasangan dan efek samping. Edukasi dilakukan menggunakan ABPK secara partisipatif dan empatik, mencakup penjelasan prosedur, efektivitas, dan keamanan implan, serta klarifikasi terhadap mitos-mitos kontrasepsi. ABPK disarankan untuk digunakan secara rutin, terutama dalam kunjungan nifas awal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 618 Ginekologi dan Obstetri |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Bogor > D III |
| Depositing User: | Putri Adelia Shaleha |
| Date Deposited: | 26 Aug 2025 08:53 |
| Last Modified: | 26 Aug 2025 08:53 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/15826 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
