Maharani, Dea and Noviar, Ganjar and Marliana, Nina and Hayati, Eem (2025) Pengaruh Variasi Konsentrasi Bovine Serum Albumin Terhadap Derajat Aglutinasi Crossmatch Metode Tabung Studi Pada Talasemia Mayor. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
|
Text
Cover.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan 1.pdf Download (468kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan 2.pdf Download (481kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
Abstract.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (675kB) |
|
|
Text
Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (427kB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah Dea Maharani .pdf Download (305kB) |
Abstract
Talasemia mayor merupakan kelainan darah genetik yang memerlukan transfusi darah seumur hidup. Multitransfusi menyebabkan reaksi imun yang berbahaya sehingga prosedur uji pra-transfusi harus dilakukan untuk menyaring darah yang kompatibel, yaitu dengan crossmatch. Pemeriksaan crossmatch metode tabung masih menjadi standar emas namun terbukti melewatkan aloantibodi tertentu. Penyebabnya yaitu konsentrasi Bovine Serum Albumin (BSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variasi konsentrasi BSA dibawah 22% seperti 12% dan 6%. Jenis penelitian ini Quasy eksperimen dengan jenis data yaitu data primer dari 3 pasien talasemia mayor dengan pengulangan tiga kali. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat aglutinasi yang dihasilkan pada konsentrasi BSA 6% (1+), BSA 12% (2+) dan BSA 22% (2+) pada fase II. Berdasarkan hasil pengolahan data statistik perbandingan derajat aglutinasi BSA 6% dengan BSA 22% sebagai kontrol hasilnya 0.001 yang artinya (p > 0.05) terdapat perbedaan yang bermakna. Pada BSA 12% dengan BSA 22% sebagai kontrol hasilnya 1.000 yang artinya (p > 0.05) tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Dapat diartikan bahwa BSA 12% masih menghasilkan derajat aglutinasi yang sama dengan BSA 22%. Pada BSA 6% terdapat penurunan derajat aglutinasi hingga (1+) sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh pada BSA 6% terhadap derajat aglutinasi crossmatch metode tabung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 616 Penyakit 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 619 Kedokteran Eksperimental, Eksperimen Kedokteran, Percobaan Kedokteran |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss Dea Maharani |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:23 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:23 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/15548 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
