Bilqisthi, Namira Qoimah and Khoirul Abror, Yogi and Rohayati, Rohayati and Marliana, Nina (2026) Gambaran Hasil Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) pada Pasien Demam Tifoid. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (143kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (531kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (365kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (147kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI .pdf Download (142kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (126kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (185kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (207kB) |
|
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (104kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (168kB) | Preview |
Preview |
Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH.pdf Download (596kB) | Preview |
Abstract
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik akibat bakteri Salmonella typhi yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang yang akurat untuk mendukung penegakan diagnosis selain uji Widal. C-Reactive Protein (CRP) merupakan protein fase akut yang kadarnya meningkat sebagai respons terhadap proses inflamasi akibat infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan CRP pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien demam tifoid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar CRP dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode fluorescence immunoassay (FIA) dengan alat iChromaTM. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 pasien, sebanyak 24 pasien (80%) memiliki kadar CRP meningkat, sedangkan 6 pasien (20%) memiliki kadar CRP normal. Kadar CRP meningkat paling banyak ditemukan pada kelompok usia 18–37 tahun, jenis kelamin perempuan, titer Widal 1/160, serta lama demam 3 hari. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien demam tifoid mengalami peningkatan kadar CRP sebagai penanda adanya proses inflamasi akut akibat infeksi Salmonella typhi.
Kata Kunci: Demam Tifoid, C-Reactive Protein, Salmonella typhi, Fluorescence immunoassay
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss NAMIRA QAIMAH BILQISTHI |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 06:18 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 06:18 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
