Reigina, Arisna and Hayati, Eem and Noviar, Ganjar and Durachim, Adang (2026) Pengaruh Lama Menstruasi terhadap Kadar Hematokrit Metode Mikrohematokrit. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (92kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (368kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (365kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (149kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (142kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (145kB) | Preview |
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (255kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (425kB) |
|
Preview |
Text
BAB 5.pdf Download (116kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (132kB) | Preview |
Preview |
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah.pdf Download (498kB) | Preview |
Abstract
Menstruasi merupakan proses fisiologis berupa peluruhan dinding rahim (endometrium) yang menyebabkan kehilangan darah secara berkala pada wanita usia reproduksi. Kehilangan darah ini berimplikasi langsung pada berkurangnya komponen seluler penting, terutama sel darah merah (eritrosit). Karena eritrosit merupakan komponen utama pembentuk volume padat darah, fluktuasi jumlah sel darah merah yang hilang selama masa perdarahan diprediksi akan memengaruhi nilai hematokrit secara signifikan. Sehingga pemantauan kadar hematokrit penting dilakukan untuk mendeteksi dini risiko anemia fungsional sementara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama menstruasi terhadap kadar hematokrit metode mikrohematokrit pada hari ke-1, ke-3, dan ke-6 menstruasi. Sampel penelitian terdiri dari 9 wanita berusia 18–22 tahun dengan siklus normal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kadar hematokrit diukur dengan metode mikrohematokrit, kemudian data dianalisis menggunakan uji Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hematokrit pada hari ke-1 sebesar 41,67%, hari ke-3 sebesar 39,33%, dan hari ke-6 sebesar 42,78%. Data hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Repeated Measures ANOVA. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi p<0,001, yang berarti terdapat pengaruh bermakna kadar hematokrit pada ketiga waktu pengukuran. Uji lanjut Bonferroni menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara hari ke-1 dengan hari ke-3 (p<0,001), hari ke-1 dengan hari ke-6 (p=0,002), serta hari ke-3 dengan hari ke-6 (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa lama menstruasi berpengaruh signifikan terhadap kadar hematokrit, dengan karakteristik penurunan pada fase puncak perdarahan dan peningkatan kembali di akhir periode menstruasi.
Kata kunci: lama menstruasi, hematokrit, mikrohematokrit, eritrosit, wanita menstruasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss ARISNA REIGINA MEILANI |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 06:00 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 06:00 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
