Rizkon Sypa Nurrahma, Firosan and Nur Indra, Asep Iin and Merdekawati, Fusvita and Rohayati, Rohayati (2026) OPTIMASI KONSENTRASI GEL AGAROSE UNTUK DETEKSI GEN MGTC SALMONELLA TYPHI METODE PCR KONVENSIONAL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover.pdf Download (161kB) | Preview |
Preview |
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (671kB) | Preview |
Preview |
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (462kB) | Preview |
Preview |
Text
Abstrak.pdf Download (196kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi.pdf Download (270kB) | Preview |
Preview |
Text
Bab 1.pdf Download (173kB) | Preview |
|
Text
Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (480kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (257kB) |
|
|
Text
bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (304kB) |
|
Preview |
Text
Bab 5.pdf Download (178kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (137kB) | Preview |
Preview |
Text
Surat Pernyataan Publikasi.pdf Download (126kB) | Preview |
Abstract
Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab demam tifoid yang masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Identifikasi bakteri ini banyak dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) karena memiliki sensitivitas tinggi. Hasil amplifikasi PCR divisualisasikan menggunakan elektroforesis gel agarose untuk memastikan terbentuknya pita DNA target. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi gel agarose yang paling sesuai untuk visualisasi hasil amplifikasi gen mgtC Salmonella typhi menggunakan PCR konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik kuantitatif dengan desain komparatif menggunakan konsentrasi gel agarose 1%, 1,5%, dan 2%, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Produk PCR divisualisasikan menggunakan UV transilluminator dan dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk memperoleh nilai luas area pita DNA. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gel agarose 1,5% menghasilkan rata-rata luas area pita DNA tertinggi sebesar 16.449,37, diikuti konsentrasi 1% sebesar 15.284,49 dan konsentrasi 2% sebesar 14.414,71. Namun, pada konsentrasi gel agarose 1% hanya satu replikasi yang menghasilkan pita DNA yang dapat dianalisis sehingga perbandingan hasil antar konsentrasi diinterpretasikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi gel agarose 1,5% merupakan konsentrasi yang paling sesuai untuk visualisasi hasil amplifikasi gen mgtC Salmonella typhi. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan homogenisasi DNA template sebelum pembagian ke dalam reaksi PCR, menambah jumlah replikasi yang sama pada setiap variasi konsentrasi gel agarose, serta melakukan uji statistik yang sesuai.
Kata kunci: Salmonella typhi, gen mgtC, PCR konvensional, gel agarose, ImageJ.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Mr FIROSAN RIZKON SYPA NURRAHMA |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 07:01 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 07:01 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19300 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
