Wulan, Nawang and Kanto, Dhini Annisa Rahmasari and Merdekawati, Fusvita and Riyani, Ani (2026) Perbedaan Kadar Albumin Serum Metode BCG pada Serum Segera, Setelah Ditunda 3, 6, 9, dan 12 Jam pada Suhu Ruang. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (30kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHAN .pdf Download (514kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN .pdf Download (86kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (444kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (191kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (389kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (591kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (443kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
|
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (284kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (425kB) | Preview |
Preview |
Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH .pdf Download (469kB) | Preview |
Abstract
Pemeriksaan kadar albumin merupakan pemeriksaan kimia klinik yang penting sebagai indikator status nutrisi dan fungsi hati. Keakuratan hasil pemeriksaan dipengaruhi oleh tahap pra-analitik, salah satunya penundaan pemeriksaan serum. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar albumin serum metode Bromocresol Green (BCG) antara serum yang diperiksa segera dan setelah penundaan 3, 6, 9, serta 12 jam pada suhu ruang (23–25°C). Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel berupa serum dari darah vena lima mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan General Linear Model (GLM) Repeated Measures dan uji Pairwise Comparisons. Rata-rata kadar albumin pada pemeriksaan segera, penundaan 3, 6, 9, dan 12 jam berturut-turut sebesar 5,35, 5,26, 5,13, 5,08, dan 5,05 g/dL, dengan persentase penurunan 1,83%, 4,11%, 5,04%, dan 5,79%. Uji GLM menunjukkan perbedaan bermakna antar waktu penundaan (F=27,007; p<0,001). Uji Pairwise Comparisons menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna pada penundaan 3 dan 6 jam, tetapi terdapat perbedaan bermakna pada penundaan 9 dan 12 jam. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bahwa pemeriksaan albumin serum metode BCG menggunakan kit Biolabo sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dan tidak melebihi 6 jam apabila serum harus disimpan pada suhu ruang untuk menjaga keakuratan hasil pemeriksaan.
Kata kunci: albumin, serum, penundaan pemeriksaan, Bromocresol Green (BCG), suhu ruang
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss WULAN NAWANG |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:49 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:49 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19255 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
