Dwina Rahmah, Nafa and Rahmat, Mamat and Durachim, Adang and Rismiati, Zuri (2026) OPTIMASI pH EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA GIEMSA PADA SEDIAAN APUS DARAH TEPI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover.pdf Download (13kB) | Preview |
Preview |
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (435kB) | Preview |
Preview |
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (372kB) | Preview |
Preview |
Text
Abstrak.pdf Download (12kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi.pdf Download (18kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (17kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (221kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (301kB) |
|
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (69kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (29kB) | Preview |
Preview |
Text
Surat Pernyataan Publikasi.pdf Download (462kB) | Preview |
Abstract
Sediaan apus darah tepi (SADT) merupakan pemeriksaan hematologi yang digunakan untuk mengevaluasi morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Pewarnaan SADT umumnya menggunakan Giemsa, namun pewarna sintetis tersebut mengandung bahan kimia yang bersifat toksik sehingga mendorong pengembangan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Stabilitas pigmen betasianin dipengaruhi oleh pH sehingga diperlukan penentuan pH optimal untuk menghasilkan kualitas pewarnaan yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pH optimal ekstrak umbi bit 10% serta pengaruh variasi pH terhadap kualitas pewarnaan sediaan apus darah tepi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain Post-test Only Control Group Design. Ekstrak umbi bit 10% dibuat pada variasi pH 5, 6, dan 7, kemudian digunakan sebagai pewarna SADT dengan Giemsa sebagai kontrol. Setiap kelompok terdiri atas tiga preparat. Kualitas pewarnaan dinilai berdasarkan pengamatan morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bit pH 5 memberikan skor rata-rata kualitas pewarnaan tertinggi (7,2), diikuti pH 6 (7,0) dan pH 7 (6,8), sedangkan Giemsa memperoleh skor 10,5. Ekstrak umbi bit hanya mampu mewarnai eritrosit, sedangkan inti leukosit dan trombosit belum tampak jelas. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarvariasi pH (H = 4,413; p = 0,110), dengan nilai effect size sebesar 0,402 yang termasuk kategori efek besar. Disimpulkan bahwa pH 5 menghasilkan kualitas pewarnaan terbaik dibandingkan pH 6 dan 7, meskipun belum mampu menyamai kualitas pewarnaan Giemsa.
Kata kunci: Beta vulgaris L., betasianin, pH, pewarna alami, sediaan apus darah tepi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss NAFA DWINA RAHMAH |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 06:27 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 06:27 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19245 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
