Nursafitri, Selvi and Merdekawati, Fusvita and Nurhayati, Betty and Rohayati, Rohayati (2026) OPTIMASI KONSENTRASI PRIMER DAN SUHU ANNEALING UNTUK AMPLIFIKASI Gen nuc PADA Staphylococcus aureus DENGAN PCR KONVENSIONAL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover.pdf Download (160kB) | Preview |
Preview |
Text
Abstrak.pdf Download (135kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi.pdf Download (169kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (150kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (495kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (228kB) |
|
|
Text
BAB V.docx Download (9kB) |
|
Preview |
Text
Daftar Pustaka (2).pdf Download (192kB) | Preview |
Preview |
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah-1.pdf Download (164kB) | Preview |
Abstract
Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan
berbagai infeksi pada manusia. Identifikasi secara molekuler menggunakan
metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional dengan target gen nuc
banyak digunakan karena gen tersebut memiliki spesifisitas tinggi terhadap
Staphylococcus aureus. Keberhasilan amplifikasi PCR dipengaruhi oleh beberapa
faktor, di antaranya konsentrasi primer dan suhu annealing. Penelitian ini bertujuan
menentukan kondisi optimal konsentrasi primer dan suhu annealing untuk
amplifikasi gen nuc pada S. aureus menggunakan PCR konvensional. Penelitian
menggunakan desain eksperimen faktorial sederhana dengan dua faktor
perlakuan 3×2, yaitu konsentrasi primer 0,5 μM; 0,7 μM; dan 0,9 μM serta suhu
annealing 47°C dan 49°C. DNA template diperoleh dari isolat S. aureus yang
diekstraksi menggunakan metode spin column. Amplifikasi dilakukan
menggunakan primer spesifik gen nuc dengan target produk sebesar 270 bp. Hasil
PCR divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa 2% dan dianalisis secara
kuantitatif menggunakan perangkat lunak ImageJ berdasarkan intensitas pita
DNA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kombinasi perlakuan menghasilkan
pita DNA hasil amplifikasi gen nuc. Analisis ImageJ menunjukkan bahwa
kombinasi konsentrasi primer 0,5 μM dan suhu annealing 49°C memberikan nilai
rata-rata intensitas pita DNA tertinggi sebesar 16.893.802 serta menghasilkan pita
yang paling jelas dan konsisten pada tiga kali pengulangan. Disimpulkan bahwa
kondisi optimal amplifikasi gen nuc diperoleh pada konsentrasi primer 0,5 μM dan
suhu annealing 49°C. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel
klinis Staphylococcus aureus yang berasal dari pasien untuk mengevaluasi
pengaruh variasi suhu annealing terhadap keberhasilan amplifikasi gen nuc dalam
kondisi yang lebih mendekati aplikasi diagnostik sebenarnya dan melakukan uji
validasi metode PCR yang telah dioptimasi, meliputi parameter sensitivitas,
spesifisitas, repeatabilitas dan reprodusibilitas, dan akurasi diagnostik.
Kata Kunci: Staphylococcus aureus, gen nuc, konsentrasi primer, suhu annealing,
PCR konvensional, optimasi, elektroforesis gel agarosa, ImageJ
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss NURSAFITRI SELVI |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 08:44 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 08:44 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19212 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
