Afriyandi, Rendi and Sulaeman, Sulaeman and Sundara Mulia, Yuliansyah and Kurniawan, Entuy (2026) Identifikasi Jamur Dermatofita pada Apusan Kaos Kaki Pemain Futsal di Kampus B TLM. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (158kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHANdocx.pdf Download (215kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (225kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (302kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (233kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (195kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (619kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (326kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (373kB) |
|
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (151kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (190kB) | Preview |
Preview |
Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH.pdf Download (131kB) | Preview |
Abstract
Dermatofita adalah jamur keratofilik penyebab dermatofitosis yang diperkirakan memengaruhi 20–25% populasi global. Kaos kaki pemain futsal yang jarang dicuci dapat menjadi lingkungan lembap dan hangat yang mendukung pertumbuhan dermatofita, khususnya Trichophyton, sehingga berpotensi menjadi sumber kontaminasi dan reinfeksi pada kulit kaki. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur dermatofita pada apusan kaos kaki pemain futsal, menentukan persentase kaos kaki yang terkontaminasi, serta menganalisis hubungan antara frekuensi pencucian kaos kaki dengan kejadian kontaminasi dermatofita. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 unit kaos kaki pemain futsal aktif di Kampus B TLM yang dipilih menggunakan total sampling. Pemeriksaan dilakukan dengan metode swab kaos kaki, kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), dan identifikasi koloni secara makroskopis serta mikroskopis menggunakan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Dari 30 sampel yang diperiksa, 12 sampel (40,0%) positif jamur dermatofita dengan spesies yang teridentifikasi adalah Trichophyton mentagrophytes, sedangkan 18 sampel (60,0%) negatif. Sebanyak 80,0% responden mencuci kaos kaki setiap 1 minggu sekali, dan seluruh responden yang mencuci dengan interval lebih dari 1 minggu menunjukkan hasil positif dermatofita (100%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi pencucian kaos kaki dengan kontaminasi dermatofita (p = 0,010). Simpulan Jamur Trichophyton mentagrophytes teridentifikasi pada 40,0% kaos kaki pemain futsal di Kampus B TLM. Frekuensi pencucian kaos kaki terbukti berhubungan dengan kejadian kontaminasi dermatofita .Pemain futsal disarankan untuk mencuci kaos kaki segera setelah digunakan sebagai upaya dari pencegahan infeksi jamur pada kaki.
Kata kunci: Dermatofita, Kaos Kaki, Futsal, Trichophytonmentagrophytes,Kultur
Sabouraud Dextrose Agar (SDA).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Mr AFRIYANDI RENDI |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:26 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:26 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
