agustin, aprilia and Fitriani, hani sri and Purkon, Dicki Bakhtiar (2026) HUBUNGAN ACCEPTABILITY OAT DENGAN KEPATUHAN TERAPI PADA USIA LANJUT DI RUMAH SAKIT PARU DR. H. A. ROTINSULU. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
cover.pdf Download (126kB) | Preview |
Preview |
Text
abstrak.pdf Download (144kB) | Preview |
Preview |
Text
kata pengantar.pdf Download (146kB) | Preview |
Preview |
Text
daftar isi.pdf Download (156kB) | Preview |
Preview |
Text
bab I.pdf Download (166kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (300kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (308kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (209kB) |
|
Preview |
Text
BAB VI.pdf Download (142kB) | Preview |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (117kB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan memerlukan pengobatan jangka panjang menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Keberhasilan terapi TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara acceptability OAT dan kepatuhan terapi pada pasien usia lanjut tuberkulosis di Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung tahun 2026. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode non eksperimental dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 pasien usia lanjut yang menjalani terapi OAT menggunakan teknik non-probability consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner acceptability OAT dan kuesioner kepatuhan terapi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat acceptability OAT kategori tinggi sebanyak 60 responden (63,8%), sedangkan 34 responden (36,2%) memiliki tingkat acceptability kategori rendah. Tingkat kepatuhan terapi menunjukkan bahwa 84 responden (89,4%) termasuk kategori patuh dan 10 responden (10,6%) termasuk kategori tidak patuh. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara acceptability OAT dan kepatuhan terapi pada pasien usia lanjut tuberkulosis di Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung.
Kata kunci: acceptability, kepatuhan, Obat Anti Tuberkulosis, tuberkulosis, usia lanjut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D III |
| Depositing User: | Miss Aprilia Agustin |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 03:51 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 03:51 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
