Aulia, Siti Farah and Trinovani, Elvi and Herdiana, Irvan (2026) Validasi Metode dan Pengaruh Variasi Suhu Penyimpanan terhadap Kadar Asam Askorbat Menggunakan Metode HPLC. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover.pdf Download (29kB) | Preview |
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Restricted to Repository staff only Download (77kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Restricted to Repository staff only Download (72kB) |
|
Preview |
Text
Abstrak.pdf Download (22kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi.pdf Download (126kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (38kB) | Preview |
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (93kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (145kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (227kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
Preview |
Text
BAB 6.pdf Download (21kB) | Preview |
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (79kB) |
|
Preview |
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah.pdf Download (77kB) | Preview |
Abstract
Asam askorbat atau vitamin C merupakan senyawa yang rentan mengalami penurunan stabilitas akibat pengaruh berbagai faktor lingkungan, salah satunya suhu penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk memvalidasi metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) yang digunakan dalam penetapan kadar asam askorbat serta mengevaluasi pengaruh perbedaan suhu penyimpanan terhadap kadar asam askorbat pada sampel serbuk vitamin C.
Validasi metode meliputi pengujian parameter linearitas dan presisi. Penetapan kadar dilakukan menggunakan sistem HPLC dengan fase gerak berupa campuran buffer fosfat pH 3,0 dan metanol (75:25 v/v). Sampel disimpan pada tiga kondisi suhu berbeda, yaitu 2°C, 25°C, dan 60°C, kemudian dianalisis untuk mengetahui kadar asam askorbat yang tersisa. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki hubungan linear yang sangat baik dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9985 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9971. Parameter presisi juga memenuhi kriteria yang dipersyaratkan berdasarkan nilai %RSD. Persentase kadar asam askorbat terhadap etiket yang diperoleh pada suhu 25°C, 2°C, dan 60°C berturut-turut sebesar 109,10%; 96,51%; dan 56,48%. Berdasarkan persyaratan kadar 90-110%, sampel yang disimpan pada suhu 25°C dan 2°C memenuhi syarat, sedangkan sampel yang disimpan pada suhu 60°C tidak memenuhi syarat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok suhu penyimpanan (p = 0,001). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa kelompok suhu 60°C berbeda signifikan dibandingkan kelompok 2°C dan 25°C, sedangkan antara suhu 2°C dan 25°C tidak ditemukan perbedaan yang signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode HPLC yang digunakan layak untuk analisis kadar asam askorbat dan suhu penyimpanan memberikan pengaruh terhadap kadar asam askorbat. Penyimpanan pada suhu 25°C dan 2°C masih menghasilkan kadar yang memenuhi persyaratan, sedangkan penyimpanan pada suhu 60°C menyebabkan penurunan kadar asam askorbat hingga tidak memenuhi persyaratan.
Kata kunci: asam askorbat, vitamin C, HPLC, validasi metode, suhu penyimpanan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 615.4 Farmasi Praktis |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D III |
| Depositing User: | Miss Siti Farah Aulia |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 03:44 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 03:44 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19057 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
