Hardianti, Wikeu (2026) Pengaruh Fraksi Amilopektin Pati Pisang Kepok Mentah (Musa Paradisiaca L.) Sebagai Superdisintegriant Alami terhadap Waktu Disintegrasi Sediaan Fast Dissolving Tablet (FDT). Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER KTI_WIKEU.pdf Download (49kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK KTI_WIKEU.pdf Download (66kB) | Preview |
Preview |
Text
KATA PENGANTAR KTI_WIKEU.pdf Download (65kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI KTI_WIKEU.pdf Download (37kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I KTI+WIKEU.pdf Download (85kB) | Preview |
|
Text
BAB II KTI_WIKEU.pdf Restricted to Repository staff only Download (248kB) |
|
|
Text
BAB III KTI_WIKEU.pdf Restricted to Repository staff only Download (220kB) |
|
|
Text
BAB IV KTI_WIKEU.pdf Restricted to Repository staff only Download (228kB) |
|
Preview |
Text
BAB V KTI_WIKEU.pdf Download (227kB) | Preview |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA KTI_WIKEU.pdf Restricted to Repository staff only Download (151kB) |
Abstract
Fast Dissolving Tablet (FDT) merupakan sediaan padat oral yang dirancang untuk mengalami disintegrasi secara cepat di rongga mulut tanpa memerlukan air sehingga sesuai digunakan pada pasien yang mengalami kesulitan menelan. Fraksi kaya amilopektin dari pati pisang kepok mentah (Musa paradisiaca L.) berpotensi dikembangkan sebagai superdisintegrant alami karena memiliki struktur bercabang dan daerah amorf yang lebih dominan dibandingkan amilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fraksi kaya amilopektin pati pisang kepok mentah terhadap waktu disintegrasi Fast Dissolving Tablet (FDT). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only control group design. Pati pisang kepok mentah diperoleh melalui metode ekstraksi basah, kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan metode sentrifugasi untuk memperoleh fraksi kaya amilopektin. Tablet diformulasikan menggunakan metode granulasi basah dengan diphenhydramine HCl sebagai bahan aktif model. Formula terdiri atas tiga kelompok yang mengandung pati pisang kepok (2%, 4%, dan 6%), tiga kelompok yang mengandung fraksi kaya amilopektin (2%, 4%, dan 6%), kontrol positif menggunakan sodium starch glycolate, serta kontrol negatif tanpa penambahan superdisintegrant. Evaluasi meliputi karakteristik granul (kecepatan alir, sudut istirahat, kompresibilitas, Hausner ratio, dan porositas), mutu fisik tablet (keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, dan kerapuhan), wetting time, water absorption capacity (WAC), dan waktu disintegrasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi superdisintegrant pada kedua kelompok formula meningkatkan kemampuan pembasahan dan kapasitas penyerapan air serta mempercepat waktu disintegrasi tablet. Akan tetapi, tablet yang mengandung pati pisang kepok utuh menunjukkan waktu disintegrasi yang lebih cepat dibandingkan tablet yang mengandung fraksi kaya amilopektin pada konsentrasi yang sama. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok formula (p<0,05). Dengan demikian, fraksi kaya amilopektin pati pisang kepok mentah berpengaruh terhadap waktu disintegrasi Fast Dissolving Tablet, namun performanya masih lebih rendah dibandingkan pati pisang kepok utuh sebagai superdisintegrant alami.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 613.62 Industri Kesehatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 615.4 Farmasi Praktis T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D III |
| Depositing User: | Miss Wikeu Hardianti |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:07 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 04:07 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
