Riska, Dwi Amanda and Irvan, Herdiana and Ayu, Nala El Muna H. (2026) Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol 96% Daun Manukan (Rhinacanthus nasutus L. Kurz) Terhadap Candida glabrata. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover.pdf Download (159kB) | Preview |
Preview |
Text
Abstrak.pdf Download (192kB) | Preview |
Preview |
Text
Kata pengantar.pdf Download (170kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi.pdf Download (161kB) | Preview |
Preview |
Text
Bab 1.pdf Download (228kB) | Preview |
|
Text
Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (321kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (336kB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (253kB) |
|
|
Text
Bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (387kB) |
|
Preview |
Text
Bab 6.pdf Download (159kB) | Preview |
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (220kB) |
Abstract
Candida glabrata merupakan penyebab Vulvovaginal Candidiasis (VVC) tersering kedua dengan prevalensi yang terus meningkat. Daun manukan (Rhinacanthus nasutus L. Kurz) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, terutama golongan naftokuinon seperti rhinacanthin, yang berpotensi sebagai agen antifungi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antifungi ekstrak etanol 96% daun manukan terhadap Candida glabrata melalui pengukuran diameter zona hambat serta penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Fungicidal Concentration (MFC). Penelitian menggunakan metode true experimental dengan rancangan posttest control group design. Uji aktivitas antifungi dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Tahap awal penelitian diawali dengan optimasi
konsentrasi ekstrak 4%, 5%, 6%, 10%, 12%, dan 14%. Berdasarkan hasil optimasi, konsentrasi ekstrak ditingkatkan menjadi 20%, 25%, dan 30% sebagai konsentrasi perlakuan. Penentuan MIC dan MFC dilakukan menggunakan metode dilusi.
Ketokonazol 2% digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30% berturut-turut sebesar 8,43 ± 0,74 mm; 12,59 ± 0,47 mm; dan 18,61 ± 0,56 mm. Analisis menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05), yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney dan menunjukkan perbedaan bermakna pada setiap pasangan kelompok (p<0,05). Nilai MIC ekstrak etanol 96% daun manukan terhadap Candida glabrata diperoleh pada konsentrasi 6,25%, sedangkan nilai MFC belum diperoleh pada rentang konsentrasi yang diuji. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun manukan memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida glabrata dengan menghambat pertumbuhan jamur, namun belum menunjukkan aktivitas fungisidal pada konsentrasi hingga 50%.
Kata Kunci: Rhinacanthus nasutus L. Kurz, Candida glabrata, Aktivitas Zona Hambat, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), dan Minimum Fungicidal Concentration (MFC).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 615.4 Farmasi Praktis |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D III |
| Depositing User: | Miss Riska Dwi Amanda |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 01:43 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 01:43 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/19023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
