Aulia, Salma and Kurniawan, Entuy and Rahayu, Ira Gustira and Rinaldi, Sonny Feisal (2026) Gambaran Faktor Risiko Paparan Bahan Kimia Berbahaya di Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (139kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (64kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (51kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (226kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (157kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (204kB) | Preview |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (193kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (255kB) |
|
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (167kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (148kB) | Preview |
Preview |
Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH.pdf Download (85kB) | Preview |
Abstract
Laboratorium kimia dasar merupakan lingkungan kerja berisiko tinggi karena penggunaan bahan kimia bersifat korosif, iritan, beracun, dan mudah terbakar. Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat kenaikan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja dari 182.835 kasus pada 2019 menjadi 360.635 kasus pada 2023, sementara di Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung pernah terjadi insiden paparan bahan kimia, termasuk kasus paparan AgNO₃ pada mahasiswa yang tidak menggunakan sarung tangan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana gambaran kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kepatuhan terhadap tata tertib praktikum, serta kondisi sarana dan prasarana yang mendukung keselamatan kerja mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran ketiga faktor risiko tersebut di Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan sampel 55 mahasiswa Tingkat I Kelas D3 1A yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada periode April-Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan hanya 12,7% mahasiswa patuh menggunakan APD secara lengkap, dengan tingkat penggunaan masker yang paling rendah, yaitu hanya 18,2% mahasiswa yang menggunakannya. Ketidakpatuhan terhadap tata tertib praktikum ditemukan pada 27,3% mahasiswa. Dari 11 aspek sarana dan prasarana yang diobservasi, 9 aspek (81,8%) telah sesuai standar keselamatan, sedangkan 2 aspek (18,2%) belum sesuai, yaitu kelengkapan kotak P3K dan kelengkapan rambu-rambu keselamatan. Perilaku tidak aman, khususnya ketidakpatuhan penggunaan APD, terbukti menjadi faktor risiko paling dominan dibandingkan kondisi tidak aman. Diperlukan peningkatan pengawasan, edukasi berkelanjutan, serta pelengkapan kotak P3K dan rambu-rambu keselamatan untuk menciptakan lingkungan praktikum yang lebih aman.
Kata Kunci: faktor risiko, bahan kimia berbahaya, alat pelindung diri, tata tertib Praktikum, sarana prasarana laboratorium
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 613.6 Topik-topik Khusus tentang Kesehatan dan Keselamatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss AULIA SALMA |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:42 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:42 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/18904 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
