Azzahra, Siti Tiara and Mulyati, Sri (2026) Asuhan Kebidanan Kesehatan Reproduksi Pada Ny. N Usia 42 Tahun Dengan Hiperplasia Endometrium Dan Mioma Uteri. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
Cover LTA.pdf Download (162kB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PERSETUJUAN fix.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PENGESAHAN fixx.pdf Download (3MB) | Preview |
Preview |
Text
LEMBAR PLAGIARISMES.pdf Download (3MB) | Preview |
Preview |
Text
kata pengantar .pdf Download (52kB) | Preview |
Preview |
Text
daftar isi,gambar,tabel,lampiran .pdf Download (176kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (192kB) | Preview |
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (407kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (445kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (232kB) |
|
Preview |
Text
BAB 5.pdf Download (132kB) | Preview |
Preview |
Text
daftar pustaka .pdf Download (126kB) | Preview |
Preview |
Text
lampiran.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Menjaga kesehatan reproduksi perempuan bertujuan menjamin fungsi organ tetap optimal dan menghindari gangguan patologis. Hiperplasia endometrium dan mioma uteri sering ditemukan bersamaan akibat stimulasi hormon estrogen berlebih tanpa imbangan progesteron. Kondisi ini memicu proliferasi kelenjar endometrium dan pertumbuhan tumor jinak otot polos rahim dengan manifestasi perdarahan uterus abnormal. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan melaksanakan asuhan kebidanan kesehatan reproduksi komprehensif pada Ny. N usia 42 tahun dengan hiperplasia endometrium dan mioma uteri di RSUD DR. K.H. Idham Chalid. Hasil data subjektif menunjukkan Ny. N mengeluhkan nyeri perut bawah dan perdarahan banyak. Data objektif menunjukkan berat badan 100 kg, IMT 40,1 kg/m² (obesitas), serta hasil USG hiperplasia endometrium dan mioma uteri intramural 4x4 cm. Analisa kasus adalah Ny. N usia 42 tahun dengan hiperplasia endometrium dan mioma uteri. Penatalaksanaan meliputi observasi perdarahan, tindakan kuretase, KIE diet rendah lemak, serta konseling IUD hormonal. Hasil pemeriksaan patologi anatomi (PA) menyatakan jaringan bersifat jinak. Kesimpulan asuhan ini adalah pelaksanaan kolaborasi tindakan kuretase disertai pemberian terapi obat cefadroxil 500 mg 2x1, asam mefenamat 500 mg 3x1, metilergometrin 0,125 mg 3x1, dan asam traneksamat 500 mg 3x1 berjalan efektif. Edukasi diet rendah lemak dan olahraga rutin mampu mengoptimalkan pemulihan klinis pasien. Saran diberikan bagi layanan kesehatan untuk mempertahankan mutu pelayanan, bagi bidan agar mengoptimalkan peran edukator promosi kesehatan, dan bagi pasien agar menerapkan anjuran kesehatan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 618 Ginekologi dan Obstetri |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan Bogor > D III |
| Depositing User: | Siti Tiara Azzahra |
| Date Deposited: | 12 Jul 2026 12:09 |
| Last Modified: | 12 Jul 2026 12:09 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/18048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
