Pebriani Salwani, Alia and Sri Rahayu, Eva and Astuti, Maya and Wulan Rosaria, Yohana (2026) ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS PADA BAYI I USIA 10 HARI DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI PUSKESMAS LEUWILIANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
1. COVER.pdf Download (154kB) | Preview |
Preview |
Text
2. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (182kB) | Preview |
Preview |
Text
3. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (318kB) | Preview |
Preview |
Text
4. LEMBAR PLAGIARISME.pdf Download (106kB) | Preview |
Preview |
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (133kB) | Preview |
Preview |
Text
6. KATA PENGANTAR.pdf Download (91kB) | Preview |
Preview |
Text
7. DAFTAR ISI, GAMBAR, TABEL, LAMPIRAN.pdf Download (126kB) | Preview |
Preview |
Text
8. BAB I.pdf Download (129kB) | Preview |
|
Text
9. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (411kB) |
|
|
Text
10. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (212kB) |
|
|
Text
11.BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (163kB) |
|
|
Text
12. BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (93kB) |
|
Preview |
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (131kB) | Preview |
Preview |
Text
14. LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Kondisi ikterus neonatorum ditandai dengan warna kuning pada kulit dan sklera mata, serta dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kern ikterus apabila tidak ditangani secara tepat. Berdasarkan data di Indonesia, prevalensi ikterus neonatorum mencapai 42,70% dari total kelahiran hidup dan menyumbangkan angka kematian neonatal sebesar 6,3%. Oleh karena itu, deteksi dini dan penatalaksanaan yang adekuat sangat penting, terutama di pelayanan kesehatan primer. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan neonatus pada bayi dengan ikterus neonatorum di Puskesmas Leuwiliang.
Asuhan kebidanan dilakukan pada bayi usia 10 hari dengan riwayat pasca-fototerapi selama 3 hari di rumah sakit. Hasil pengkajian data fokus menunjukkan bayi sempat mengalami penurunan aktivitas (lemas) dan malas menyusu selama
±6 jam saat pertama tiba di rumah akibat riwayat pemberian susu formula dan bendungan ASI pada ibu selama bayi dirawat. Namun, setelah dilakukan pemantauan dan intervensi laktasi, saat ini kondisi bayi telah membaik, kembali aktif, dan menyusu dengan kuat 8–12 kali sehari. Pola eliminasi terpantau baik dengan BAK jernih 8–10 kali sehari dan BAB kuning kecoklatan 6–8 kali sehari. Penatalaksanaan yang diberikan meliputi edukasi manajemen laktasi yang benar, pencegahan bendungan ASI berulang, pemantauan kecukupan hidrasi, serta edukasi tanda bahaya pada neonatus.
Evaluasi setelah pemberian asuhan menunjukkan kondisi bayi membaik, warna kuning menghilang, bayi aktif menyusu, dan berat badan naik. Adapun saran dalam asuhan ini adalah pentingnya bagi bidan untuk meningkatkan keterampilan deteksi dini melalui penilaian derajat Kramer secara akurat dan pemberian edukasi laktasi yang intensif guna mencegah komplikasi pada neonatus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 618 Ginekologi dan Obstetri |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan Bogor > D III |
| Depositing User: | Alia Pebriani Salwani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 03:36 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 03:36 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/17732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
