Putri Cahyadi, Deandra Artamevia and Nurhayati, Dewi and Riyani, Ani and Wiryanti, Wiwin (2025) Gambaran Proteinuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kriteria Diabetes Berdasarkan Kadar HbA1c. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
COVER_Deandra.pdf Download (460kB) | Preview |
Preview |
Text
Lembar Pengesahan_Deandra.pdf Download (409kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Isi_Deandra A.pdf Download (278kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK_Deandra A.pdf Download (594kB) | Preview |
Preview |
Text
Kata Pengantar_Deandra.pdf Download (206kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I_Deandra.pdf Download (521kB) | Preview |
|
Text
BAB II_Deandra.pdf Restricted to Repository staff only Download (760kB) |
|
|
Text
BAB III_Deandra.pdf Restricted to Repository staff only Download (554kB) |
|
|
Text
BAB IV_Deandra.pdf Restricted to Repository staff only Download (724kB) |
|
Preview |
Text
BAB V_Deandra.pdf Download (409kB) | Preview |
Preview |
Text
Daftar Pustaka_Deandra.pdf Download (523kB) | Preview |
Abstract
Diabetes melitus menyebabkan sekitar 44% penyakit ginjal kronik. Pada pasien dengan penyakit ginjal, penurunan fungsi ginjal menyebabkan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Jika glomerulus atau tubuls ginjal rusak, protein dapat masuk ke dalam urine. Kondisi ini disebut sebagai proteinuria. Hiperglikemia kronis dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi yang merusak sel-sel ginjal serta memperburuk kerusakan ginjal dan berkontribusi terhadap perkembangan proteinuria. Kontrol glukosa darah yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2. HbA1c mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata 2–3 bulan terakhir dan dijadikan indikator kontrol glukosa darah. Kadar HbA1c <7% direkomendasikan sebagai target kontrol glikemik yang optimal untuk pasien diabetes melitus tipe 2 guna mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kriteria diabetes berdasarkan kadar HbA1c. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional didapat 60 pasien DM Tipe 2 yang terdata pada periode Maret–Mei 2025. Kriteria diabetes diklasifikasikan berdasarkan kadar HbA1c terkontrol (< 7%) dan tidak terkontrol (≥ 7 %) berdasarkan rekam medis. Proteinuria diukur semi-kuantitatif menggunakan strip dipstick urine. Rerata usia 56,6 ± 11,4 tahun; 40 % laki-laki, 60 % perempuan. Hasilnya, Pada kriteria diabetes terkontrol distribusi proteinuria adalah +1 sebanyak 9 orang (30%), +2 sebanyak 9 orang (30%), +3 sebanyak 1 orang (3,3 %), dan negatif 11 orang (36,7%). Pada kriteria diabetes tidak terkontrol, didapat hasil +1 sebanyak 13 orang (43,3%), +2 sebanyak 7 orang (23,3%), +3 sebanyak 3 orang (10 %), dan negatif 7 orang (23,3%).
Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2; HbA1c; Proteinuria
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss Deandra Artamevia Putri Cahyadi |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 06:56 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 06:56 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/16127 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
