Wirianty, Rifani Wika and Kurnaeni, Nani and Sufa, Hafizah Ilmi and Noviar, Ganjar (2025) PENGGUNAAN DARAH AYAM BOILER SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI DARAH DOMBA UNTUK PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus PADA MEDIA AGAR DARAH. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
Preview |
Text
cover.pdf Download (164kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi lembar persetujuan_1.pdf Download (316kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi lembar pengesahan_2.pdf Download (262kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi abstrak.pdf Download (202kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi daftar isi.pdf Download (156kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi bab 1.pdf Download (223kB) | Preview |
|
Text
publikasi bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (437kB) |
|
|
Text
publikasi bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (544kB) |
|
|
Text
publikasi bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (579kB) |
|
Preview |
Text
publikasi bab 5.pdf Download (165kB) | Preview |
Preview |
Text
publikasi daftar pustaka.pdf Download (172kB) | Preview |
Preview |
Text
Pernyataan Publikasi Ilmiah.pdf Download (144kB) | Preview |
Abstract
Agar darah adalah media yang diperkaya yang digunakan untuk pertumbuhan bakteri yang tidak mudah tumbuh karena membutuhkan lingkungan nutrisi khusus yang diperkaya dibandingkan dengan bakteri biasa. Umumnya darah yang digunakan pada media agar darah merupakan darah domba 5% yang telah didefibrinasi untuk mendeteksi pertumbuhan dan hemolisis bakteri seperti Staphylococcus aureus, namun ketersediaannya terbatas dan mahal. Di Indonesia ayam lebih mudah diperoleh karena mejadi pemasok utama kebutuhan daging konsumsi dibandingkan dengan domba. Darah ayam broiler, memiliki kandungan nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi darah ayam boiler sebagai alternatif pengganti darah domba untuk pertumbuhan S. aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan membandingkan hasil antar dua kelompok media agar darah domba (kontrol) dan media agar darah ayam 5% (perlakuan). Parameter yang diamati meliputi jumlah koloni, diameter koloni, dan zona hemolisis. Hasil menunjukkan bahwa S. aureus tumbuh pada kedua media. Media darah domba menghasilkan rata-rata 210 x 10-6 CFU/mL dengan diameter koloni 1,3 mm dan zona hemolisis beta. Sedangkan media darah ayam menghasilkan rata-rata 158 x 10-6 CFU/mL, diameter koloni 1,6 mm, namun zona hemolisis tidak terbentuk optimal. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua media (p < 0,05). Kesimpulannya, darah ayam broiler dapat digunakan sebagai alternatif untuk pertumbuhan S. aureus, namun belum dapat menggantikan darah domba dalam keperluan identifikasi hemolisis secara visual.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss Rifani Wika Wirianty |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:45 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:45 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/15967 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
