Risa, Rosita and Fuadah, Ashri Nurfurqoni (2025) Asuhan Kebidanan Nifas Pada Ny.K P2A0 dengan Post Sectio Caesarea di RSUD Leuwiliang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
|
Text
cover.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (342kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (327kB) |
|
|
Text
Surat Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (16kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR,LAMPRAN.pdf Download (474kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (14kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (100kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (159kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Repository staff only Download (8kB) |
|
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (124kB) | Preview |
Abstract
Masa nifas merupakan periode rawan, dengan 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan. Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 melaporkan bahwa 12% infeksi postpartum disebabkan oleh luka operasi. Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 melaporkan bahwa 12% infeksi postpartum disebabkan oleh luka operasi. RSUD Leuwiliang tahun 2024 mencatat 2.287 persalinan, dengan 214 (9,36%) di antaranya melalui tindakan sectio caesarea. Ny. K, usia 29 tahun, P2A0, menjalani sectio caesarea ulangan dengan indikasi myopia berat dan riwayat kehilangan anak pertama, sehingga dikategorikan sebagai ibu nifas risiko tinggi yang membutuhkan pemantauan baik secara fisiologis maupun psikologis. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran penatalaksanaan asuhan. kebidanan postpartum pada ibu post sectio caesarea dengan risiko tinggi secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Penulisan laporan menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan SOAP, melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi literatur. Asuhan kebidanan diberikan dari 2 jam postpartum hingga hari ke- 39. Hari pertama postpartum, Ny. K mengeluhkan nyeri ringan. Hasil pemeriksaan menunjukkan TFU 2 jari di bawah pusat dengan kontraksi baik, lochea rubra normal, dan luka operasi tidak ada tanda infeksi. Skor EPDS hari ke- 7 adalah 3, tidak ada gejala depresi. Analisa menunjukkan bahwa Ny. K usia 29 tahun P2A0 Post Sectio Caesarea dengan keadaan baik. Penatalaksanaan meliputi observasi tanda vital, pemeriksaan involusi uterus dan lochea, perawatan luka operasi, pemantauan eliminasi dan laktasi, edukasi menyusui dan mobilisasi dini, serta dukungan psikologis dengan evaluasi menggunakan EPDS. Luka sembuh, mobilisasi lancar, ibu dapat menyusui dan merawat bayi secara mandiri, serta tidak ditemukan tanda-tanda infeksi.
Kesimpulannya, asuhan kebidanan yang komprehensif dan terencana sejak awal postpartum terbukti efektif dalam mendukung pemulihan fisik dan psikologis ibu dengan riwayat sectio caesarea ulangan. Diharapkan bidan dapat meningkatkan kualitas pemantauan masa nifas melalui kunjungan terjadwal, edukasi perawatan luka post operasi, dukungan menyusui, serta skrining psikologis agar pemulihan berjalan optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan Bogor > D III |
| Depositing User: | Risa Rosita |
| Date Deposited: | 26 Aug 2025 02:48 |
| Last Modified: | 26 Aug 2025 02:48 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/15185 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
