Pratama, Irfansyah Aria and Rahayu, Ira Gustira and Kurniawan, Entuy and Sundara Mulia, Yuliansyah (2025) ANALISIS RISIKO KEJADIAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DI LABORATORIUM KIMIA KLINIK JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLTEKKES KEMENKES BANDUNG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
|
Text
COVER IRFANSYA.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan KTI.pdf Download (612kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan KTI.pdf Download (660kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
daftar isi.pdf Download (741kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (609kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (868kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (347kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (420kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (303kB) |
|
|
Text
surat publikasi.pdf Download (391kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) di Laboratorium Kimia Klinik Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) berdasarkan standar AS/NZS 4360. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 40 mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis tingkat 2 yang telah melakukan praktikum di laboratorium tersebut. Hasil penelitian mengidentifikasi 20 faktor risiko yang dikelompokkan menjadi empat variabel: bahan praktikum, alat praktikum, prosedur kerja, dan lingkungan kerja. Analisis risiko menunjukkan bahwa 65% potensi bahaya tergolong High Risk, terutama terkait penggunaan bahan kimia berbahaya (seperti Cupri Sulfat, NH₄OH, dan Fenol Jenuh), alat laboratorium (seperti centrifuge dan jarum suntik), ketidakpatuhan terhadap SOP penggunaan APD, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang optimal (sirkulasi udara dan pencahayaan).Strategi pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi: pelabelan simbol bahaya (GHS) pada bahan kimia, pelatihan keselamatan berkala, kalibrasi alat secara rutin, perbaikan fasilitas laboratorium (ventilasi dan pencahayaan), serta sosialisasi SOP penggunaan APD. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko KTD dan meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Mr Irfansyah Aria Pratama |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:03 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:03 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/14724 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
