Hafita, Siti and Marliana, Nina and Khoirul Abror, Yogi and Rohayati, Rohayati (2025) Analisis Kadar C-Reactive Protein Pada Pasien Tuberkulosis Paru Setelah Pengobatan 2 dan 6 Bulan. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bandung.
|
Text
Cover.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (272kB) |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (540kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah.pdf Download (223kB) |
Abstract
C-Reactive Protein (CRP) merupakan protein fase akut yang meningkat akibat proses peradangan. CRP digunakan sebagai indikator inflamasi. Pada tuberkulosis (TB) terjadi inflamasi sehingga CRP dapat digunakan untuk memantau keberhasilan pengobatan terapi TB. TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis dan menempati urutan kedua penyebab kematian global setelah COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar CRP pada pasien TB paru setelah 2 dan 6 bulan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 32 orang, terdiri dari 16 pasien setelah pengobatan 2 bulan dan 16 pasien setelah 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 2 bulan pengobatan sebanyak 81,25% pasien menunjukkan kadar CRP tinggi dan 18,75% menunjukkan kadar CRP normal, dengan rata-rata kadar CRP adalah 23,2 mg/L. Setelah 6 bulan pengobatan 31.25% pasien menunjukkan kadar CRP tinggi dan 68,75% menunjukkan kadar CRP normal, dengan rata-rata kadar CRP adalah 3,76 mg/L. Lalu data diuji secara statistik dengan Uji Mann Whitney U. Hasil Uji Mann Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kadar CRP setelah pengobatan 2 dan setelah pengobatan 6 bulan dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan terdapat penurunan yang signifikan dari kadar CRP setelah 2 bulan pengobatan TB dibandingkan setelah 6 bulan pengobatan TB. Sehingga pemeriksaan CRP dapat digunakan untuk evaluasi keberhasilan terapi OAT pada pasien tuberkulosis paru.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Miss Siti Hafita |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:19 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:19 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/14347 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
