Solihin, Sheila Salsa and Rismiati, Zuri and Rahayu, Ira Gustira and Dermawan, Asep (2024) Uji Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Kakao (Theobroma cacao L.). Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
|
Text
Cover.pdf Download (20kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (58kB) |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (66kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (195kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (250kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (223kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (55kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (65kB) |
|
|
Text
Surat Pernyataan Publikasi Ilmiah.pdf Download (154kB) |
Abstract
Kulit adalah bagian tubuh yang paling mudah terkontaminasi oleh bakteri. Infeksi pada kulit sering disebut sebagai penyakit menular karena dapat menginfeksi melalui kontak langsung maupun tidak langsung dari satu individu ke individu lain. Jerawat adalah keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Bakteri ini tidak patogen pada kondisi normal, tetapi bila terjadi perubahan kondisi kulit, maka bakteri tersebut berubah menjadi invasive dan menyebabkan infeksi. Penggunakan antibiotik kloramfenikol, trimethoprim atau sulfametoksazol dan tetrasiklin dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan bahan-bahan alami yang berpotensi sebagai antibakteri seperti daun kakao (Theobroma cacao L.). Daun kakao (Theobroma cacao L.) memiliki senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan kafein yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan daya hambat yang dihasilkan oleh ekstrak daun kakao terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsesntrasi ektsrak daun kakao yaitu 30%, 50% dan 70%. Sampel yang digunakan berupa ekstrak daun kakao dengan parameter penelitian yaitu pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kakao (Theobroma cacao L.) pada konsentrasi 30%,50% dan 70% menghasilkan zona hambat yang bersifat intermediet.
Kata Kunci : Aktivitas antibakteri, Ekstrak Daun Kakao, Staphylococcus epidermidis, Menghambat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Ms. SHEILA SALSA SOLIHIN |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:21 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 03:21 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/12895 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
