Nisa, Syifa Aulia and Wiryanti, Wiwin and Durachim, Adang and Rahmat, Mamat (2024) Pengaruh Variasi Ketebalan Pemotongan Jaringan pada Mikrotom terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoxylin Eosin pada Histologi Paru-Paru Mencit. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
|
Text
COVER.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (526kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (785kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (673kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (908kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (321kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (333kB) |
|
|
Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH.pdf Download (107kB) |
Abstract
Proses pemotongan jaringan merupakan salah satu tahapan penting dalam pembuatan preparat sediaan histologi. Ketebalan pemotongan jaringan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Pemotongan jaringan yang terlalu tipis dan durasi waktu pewarnaan yang tidak tepat dapat menyebabkan proses penyerapan warna tidak sempurna, sehingga saat diamati secara mikroskopis inti sel dan sitoplasma sel terlihat samar, lebih pucat, dan batas antar sel kurang jelas atau kabur. Adapun pemotongan jaringan yang terlalu tebal dapat menyebabkan intensitas warna akan meningkat yang disebabkan oleh efek kerapatan optik pewarna Eosin yang lebih besar dibandingkan Hematoxylin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan pemotongan jaringan pada mikrotom dengan ketebalan 3 μm, 5 μm, dan 7 μm terhadap kualitas pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) pada histologi paru�paru mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga kelompok perlakuan yang berbeda pada tahap sectioning atau tahap pemotongan blok parafin dengan ketebalan 3 μm, 5 μm, dan 7 μm. Parameter yang digunakan untuk menilai kualitas pewarnaan HE pada histologi paru-paru mencit (Mus musculus) yaitu warna dan bentuk inti sel, warna sitoplasma sel dan batas antar selnya, dan keseragaman warna pada sediaan preparat yang dilihat dengan mikroskop pada perbesaran 100x dan 400x. Kemudian data diolah menggunakan uji hipotesis Friedman dan didapatkan nilai Asymp. Sig 0,002 dimana p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pada hasil mikroskopis kualitas pewarnaan HE dengan menggunakan variasi ketebalan pemotongan jaringan pada mikrotom. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi ketebalan pemotongan jaringan pada mikrotom dengan ketebalan 3 μm, 5 μm, dan 7 μm terhadap kualitas pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) pada preparat sediaan paru�paru mencit (Mus musculus).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan |
| Divisions: | Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII |
| Depositing User: | Ms. SYIFA AULIA NISA |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:23 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 03:23 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/12464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
