Muhammad Alfi Adfil Mahdi, MAAM and Asep Setiawan, AS and Yogasliana Fathudin, YF (2024) Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Infark Miokard Akut e.c Hipertensi Melalui Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Jacobson Di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Infark Miokard Akut e.c Hipertensi Melalui Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Jacobson Di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. (Unpublished)
|
Text
DAFTAR ISI KIAN.pdf Download (452kB) |
|
|
Text
Cover, dll.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Cover, dll.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Cover, dll.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Cover, dll.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (556kB) |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (396kB) |
|
|
Text
BAB 2 (1).pdf Download (990kB) |
|
|
Text
BAB3.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (701kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (339kB) |
Abstract
Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian Infark Miokard Akut
(IMA) dengan prevalensi sebesar 12,6%. Hipertensi dapat meningkatkan resiko
kejadian IMA dengan prevalensi sebesar 90%. Hipertensi dijuluki sebagai silent
killer dikarenakan hipertensi dapat menyebabkan kematian secara perlahan. Perlu
adanya intervensi untuk mengatasi masalah hipertensi yang dapat dilakukan secara
mandiri. Salah satu cara untuk mengatasi hipertensi yaitu dengan melakukan terapi
relaksasi otot progresif. Terapi relaksasi otot progresif merupakan teknik
merileksasikan otot yang berguna untuk menurunkan tekanan darah. Teknik ini
cukup sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui asuhan keperawatan pada pasien IMA e.c hipertensi melalui penerapan
terapi relaksasi otot progresif di ruang CICU RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat.
Studi kasus ini menerapkan intervensi spesifik yang mengacu pada Evidence Based
Practice. Terapi relaksasi otot progresif ini dilakukan selama 3 hari sebanyak 2 kali
sehari pada 2 responden dengan diagnosa medis IMA e.c hipertensi. Alat ukur yang
digunakan adalah observasi bed monitor. Studi kasus ini menunjukkan adanya
penurunan tekanan darah pada kedua responden. Observasi tekanan darah pada Tn.
D di hari ke 1 didapatkan hasil 144/95 mmHg dan observasi di hari ke 3 didapatkan
hasil 120/70 mmHg. Observasi tekanan darah pada Ny. B di hari ke 1 didapatkan
hasil 161/82 mmHg dan observasi di hari ke 3 didapatkan hasil 128/73 mmHg.
Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam
menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi
penerapan terapi relaksasi otot progresif Jacobson dalam mengatasi masalah
hipertensi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Bandung > Profesi NERS |
| Depositing User: | Mr. Muhammad Alfi Adfil Mahdi |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:10 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:10 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/10515 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
