Tina Ristiani, Tina and Kuslan Sunandar, Kuslan and Sugiyanto, Sugiyanto (2024) ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN STROKE MELALUI PENERAPAN BRIDGING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT GLUTEUS DI DEAR REST KABE HOME CARE HIROSHIMA JEPANG. Other thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
|
Text
COVER.docx Download (102kB) |
|
|
Text
Abstrak_KIAN_Tina Ristiani.pdf Download (48kB) |
|
|
Text
Kata Pengantar_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (65kB) |
|
|
Text
BAB 1_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
BAB 2_KIAN_Tina Ristiani.pdf Download (384kB) |
|
|
Text
BAB 3_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (68kB) |
|
|
Text
BAB 4_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (372kB) |
|
|
Text
BAB 5_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (62kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_KIAN_Tina_Ristiani.pdf Download (194kB) |
Abstract
Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Populasi lansia di Jepang menempati posisi pertama yaitu sekitar 29,1% dari total populasi penduduk jepang. Perubahan kesehatan pada lansia semakin terlihat sebagai akibat dari proses penuaan dan meningkatan masalah penyakit degeneratif, salah satunya adalah stroke. Gejala sisa stroke banyak menyebabkan kecacatan permanen, salah satunya hilangnya fungsi motorik. Fungsi motorik tersebut dapat ditingkatkan melalui latihan pergerakan pada pasien, salah satunya adalah bridging exercise. Bridging exercise merupakan latihan pada otot gluteus. Karya ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia dengan stroke melalui penerapan bridging exercise untuk meningkatkan kekuatan otot gluteus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menerapkan intervesi bridging exercise mengacu pada Evidence Based Practice. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, kekuatan otot gluteus pada Ny. S pada level 3, sedangkan pada Ny. N pada level 1. Setelah dilakukan intervensi sebanyak 2 x 5 hari, terdapat peningkatan kekuatan otot pada Ny. S menjadi level 4, dan pada Ny. N menjadi level 3. Dapat disimpulkan bahwa bridging exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot gluteus pada pasien stroke. Berkaitan dengan hal tersebut, perlunya upaya untuk meningkatkan atau mempertahankan kekuatan otot agar tidak kembali menurun yaitu melalui kolaborasi dengan caregiver dan perawat untuk membantu pasien melakukan bridging exercise secara rutin.
Kata kunci: Lansia, stroke, bridging exercise, kekuatan otot gluteus
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Bandung > Profesi NERS |
| Depositing User: | Ms. tina ristiani |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 02:26 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 02:26 |
| URI: | http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/10343 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
