Perbandingan Jumlah Retikulosit Dari Preparat Yang Langsung Diperiksa Dan Disimpan Pada Suhu Lemari Es

Pramesti, Deony Ayulanda and Hayati, Eem and Marliana, Nina and Noviar, Ganjar (2020) Perbandingan Jumlah Retikulosit Dari Preparat Yang Langsung Diperiksa Dan Disimpan Pada Suhu Lemari Es. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Bandung.

[img] Text
cover.pdf

Download (189kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (186kB)
[img] Text
Kata Pengantar.pdf

Download (287kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (199kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (483kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (364kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (574kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (224kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (186kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (189kB)

Abstract

Pemeriksaan retikulosit seluruhnya ditentukan dengam pemeriksaan mikroskopik pada apusan darah tepi, dimana retikulosit diwarnai dengan pewarnaan supravital yang menggunakan Briliant Cresyl Blue, yang menyebabkan terjadinya presipitasi ribosom, mitokondria dan organik sitoplasmik lainnya. Sampel yang ditunda terlalu lama menyebabkan sel retikulosit banyak yang mati sehingga tidak terwarnai dengan pewarnaan supravital. Pemeriksaan retikulosit menggunakan pewarnaan supravital yaitu BCB 1%, dimana pemeriksaan yang dilakukan yaitu menghitung retikulosit pada apusan darah tepi. Dalam praktik kerja dilapangan, banyak hal yang dapat menyebabkan tertundanya pemeriksaan dilaboratorium, dimana preparat yang telah diwarnai dan dibuat apusan tidak langsung dibaca, sehingga pemeriksaan disimpan didalam lemari es. Selama penyimpanan sel darah merah sangat sensitif terhadap pembekuan. Apabila sel darah merah membeku maka dinding sel darah merah akan pecah dan haemoglobin akan keluar untuk mendapatkan energi, maka sel memerlukan bahan-bahan serta oksigen untuk melakukan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan jumlah retikulosit dari preparat yang langsung diperiksa dan disimpan pada suhu lemari es. Preparat apusan dibaca segera dan dilakukan penundaan selama 1 hari, dan 2 hari pada suhu lemari es (4-80C). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Anova, dengan hasil rata-rata jumlah retikulosit yang diperiksa langsung adalah 1,56% sedangkan pemeriksaan yang dilakukan dengan penundaan selama 1 hari, dan 2 hari yaitu 0,61% dan 0,34%. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig kurang dari (0,05) pada preparat yang langsung diperiksa dan disimpan pada suhu lemari es selama 1 hari dan 2 hari, yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah retikulosit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan
Divisions: Jurusan Teknik Laboratorium Medik > DIII
Depositing User: Deony Ayulanda Pramesti
Date Deposited: 01 Oct 2020 23:40
Last Modified: 01 Oct 2020 23:40
URI: http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/961

Actions (login required)

View Item View Item