AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP LARVA Aedes aegypti DI LABORATORIUM DAN UJI COBA LAPANGAN

Entuy, Kurniawan and Novi, UTAMI DEWI (2021) AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP LARVA Aedes aegypti DI LABORATORIUM DAN UJI COBA LAPANGAN. AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP LARVA Aedes aegypti DI LABORATORIUM DAN UJI COBA LAPANGAN, Vol 13 (1). pp. 1-10.

[img] Text
AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae.pdf

Download (389kB)
Official URL: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v13i1.1861

Abstract

Penggunaan insektisida sintesis (kimiawi) dalam penanggulangan vektor nyamuk menimbulkan beberapa masalah diantaranya dapat menimbulkan kerugian terhadap manusia (keracunan), resistensi terhadap serangga dan terjadinya pencemaran lingkungan. Cara mengurangi kerugian dampak negatif tersebut, yaitu dengan mengembangkan insektisida alami secara nabati dan biologi. Keuntungan penggunaan insektisida alami yaitu tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia. Salah satu insektisida biologi yang digunakan adalah jamur Metarhizium anisopliae yang mempunyai potensi untuk mengendalikan serangga pada stadium larva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari jamur Metarhizium anisopliae terhadap larva Aedes aegypti dibandingkan dengan larvasida standar Temephos di laboratorium dan di lapangan. Sampel berupa telur nyamuk dari spesies Aedes aegypti yang diperoleh dari Loka Litbang P2B2 Ciamis kemudian dibiakan menjadi larva instar III. Strain jamur Metarhizium anisopliae diperoleh dari Balai Proteksi Tanaman dan Perkebunan (BPTP) Ujung Berung, dibuat dalam berbagai konsentrasi melalui uji pendahuluan. Uji coba di lapangan dilakukan dalam skala kecil dengan cara meletakan tempat perindukan nyamuk (ovitrap). Aktivitas larvasida diukur dari jumlah kematian larva (LC50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas larvasida jamur Metarhizium anisopliae dengan jumlah kematian larva 50% (LC50) di laboratorium dan uji coba di lapangan terdapat pada konsentrasi 10-1 dengan jumlah spora di laboratorium sebesar 109.200 spora dan di lapangan adalah sebesar 81.750 spora. Hasil penelitian ini diharapkan Metarhizium anisopliae dapat digunakan sebagai insektisida alternatif untuk pengendalian vektor DBD.

Item Type: Article
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan
Divisions: Jurusan Teknik Laboratorium Medik > D IV
Depositing User: Ms. Novi Utami Dewi
Date Deposited: 03 Jan 2022 08:41
Last Modified: 03 Jan 2022 08:41
URI: http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/3990

Actions (login required)

View Item View Item