Gambaran kualitas kue telur gabus berbahan tepung ikan patin (Pangasius Hypophthalmus) dan tepung kacang merah (Phaseolus Vulgaris l.) sebagai makanan selingan tinggi protein, zinc, dan prebiotik bagi balita stunting

Darmawan, Diki and Hastuti, Widi and Judiono, Judiono and Fitria, Mona (2021) Gambaran kualitas kue telur gabus berbahan tepung ikan patin (Pangasius Hypophthalmus) dan tepung kacang merah (Phaseolus Vulgaris l.) sebagai makanan selingan tinggi protein, zinc, dan prebiotik bagi balita stunting. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.

[img] Text
COVER.pdf

Download (64kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (8kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (209kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (20kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (297kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (42kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (775kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (35kB)

Abstract

Darmawan, Diki. 2021. Gambaran Kualitas Kue Telur Gabus Berbahan Tepung Ikan Patin (Pangasius Hypophthalmus) dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) sebagai Makanan Selingan Tinggi Protein, Zinc, dan Prebiotik Bagi Balita Stunting. Tugas Akhir. Program Studi Diploma III (Tiga) Gizi. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. Pembimbing : Widi Hastuti, SKM, M.Kes Kue telur gabus merupakan jajanan tradisional berbentuk kecil kembung panjang, berwarna kuning keemasan, halus, dan rasanya gurih. Kue telur gabus ini dibuat dengan imbangan tepung ikan patin dan tepung kacang merah. ditujukan bagi balita penderita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan tepung ikan patin dan tepung kacang merah terhadap sifat organoleptik kue telur gabus tepung ikan patin dan kacang merah. Imbangan tepung ikan patin dan kacang merah yang dibuat adalah F1 75%:25%, F2 50%:50%, dan F3 25%:75%. Desain penelitian yang digunakan yaitu studi eksperimental. Metode pengujian yang dilakukan yaitu uji hedonik kepada 30 orang panelis agak terlatih. Analisis data yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan menghitung total skor hasil uji hedonik berskala 7 dan analisis statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesukaan diantara ketiga imbangan, pada segi warna, aroma, dan rasa yang paling disukai panelis adalah imbangan F3 25%:75%. Sedangkan segi aroma yang paling disuka panelis adalah imbangan F1 75%:25%. Secara keseluruhan panelis memilih paling suka pada imbangan F3 25%:75%. Disimpulkan formula 3 25%:75% merupakan imbangan terbaik untuk pembuatan kue telur gabus. Hasil uji statistik dengan uji kruskal wallis menunjukkan hanya pada segi tekstur terdapat pengaruh perbedaan formula yang signifikan dengan nilai p : 0,049. Formula 3 memenuhi kebutuhan zat gizi makanan selingan balita sebesar energi 115%, karbohidrat 106%, lemak 98%, protein 247%, Zinc 108% dan serat 32%. Bagi penelitian selanjutnya dapat menggunakan formula 3 25%:75% dalam pencampuran tepung ikan patin dan tepung kacang merah untuk pembuatan produk diversifikasi lainnya karena imbangan tersebut cukup disukai. Kata kunci : Kue telur gabus, tepung ikan patin, tepung kacang merah, uji organoleptik, uji hedonik

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 613.2 Diet, Ilmu Diet
Divisions: Jurusan Gizi > D III
Depositing User: Mr Diki Darmawan
Date Deposited: 14 Oct 2022 08:46
Last Modified: 14 Oct 2022 08:46
URI: http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/3906

Actions (login required)

View Item View Item