Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Usia Dewasa (26-45 tahun) di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung

Cayadewi, Nurabilla Maharani and Suheti, Tati and Meilianingsih, Lia (2024) Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Usia Dewasa (26-45 tahun) di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Usia Dewasa (26-45 tahun) di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung, 1. pp. 1-117.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (508kB)
[thumbnail of BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf] Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf

Download (666kB)
[thumbnail of BAB III METODE PENELITIAN.pdf] Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf

Download (501kB)
[thumbnail of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf] Text
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (448kB)
[thumbnail of BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf] Text
BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf

Download (304kB)

Abstract

HUBUNGAN AKTVITAS FISIK DENGAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA (26-45 TAHUN) DI KELURAHAN PAJAJARAN KECAMATAN CICENDO WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIRKALIKI KOTA BANDUNG
ABSTRAK

viii, 117 hal, 5 bab, 12 tabel, 1 bagan, 23 lampiran
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian yang semakin meningkat setiap tahunnya yaitu pada tahun 2013 (25,8%) dan 2018 (34,1%), khususnya pada usia dewasa di Puskesmas Kota Bandung yakni sebanyak 706.051 jiwa mengalami hipertensi pada tahun 2022. Faktor yang menyebabkan meningkatnya angka kejadian tersebut yaitu faktor risiko yang dapat diubah salah satunya aktivitas fisik yang dilakukan. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja jantung secara keseluruhan, sehingga cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan lebih jarang mengalami hipertensi. Namun, kenyataannya orang dengan usia dewasa khususnya di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik (39,59%) sehingga banyak yang mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia dewasa (26-45 tahun) di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan teknik sampling yaitu proporsional random sampling dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 67 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner IPAQ dan sphygmomanometer. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan hipertensi pada usia dewasa dengan p-value 0,029 < α (0,05). Direkomendasikan untuk pemegang program PTM di Puskesmas Pasirkaliki dapat menerapkan aktivitas fisik bagi klien atau masyarakat dengan hipertensi seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, dan naik turun tangga selama 10-15 menit.

Kata kunci: aktivitas fisik, hipertensi, usia dewasa.
Daftar pustaka: 18 Buku, 32 Jurnal, 14 Artikel (2003-2024).

THE RELATIONSHIP OF PHYSICAL ACTIVITY WITH HYPERTENSION IN ADULTS (26-45 YEARS) IN PAJAJARAN DISTRICT, CICENDO DISTRICT, WORKING AREA OF PASIRKALIKI HEALTH CENTER BANDUNG CITY
ABSTRACT

viii, 117 pages, 5 chapters, 12 tables, 1 charts, 23 appendices

Hypertension is one of the non-communicable diseases whose incidence rate continues to increase from year to year, namely in 2013 (25.8%) and 2018 (34.1%), especially in adulthood in the Bandung City Health Center, which is 706,051 people experiencing hypertension in 2022. Factors that cause the increase in the incidence rate are risk factors that can be changed, one of which is physical activity carried out. Regular physical activity can help improve the overall efficiency of the heart, leading to lower blood pressure and less hypertension. However, the reality is that people with adult age, especially in Bandung City, are included in the category of less active in doing physical activity (39.59%) so that many experience hypertension. This study aims to determine the relationship between physical activity and hypertension in adulthood (26-45 years) in Pajajaran Village, Cicendo District, Pasirkaliki Health Center Working Area. The research design used cross sectional with sampling technique, namely proportional random sampling with the number of samples studied as many as 67 people. The measuring instruments used in this study were IPAQ questionnaire and sphygmomanometer. The data obtained were analyzed using the spearman rank test. The results showed that there was a significant relationship between physical activity and hypertension in adulthood with a p-value of 0.029 < α (0.05). It is recommended that PTM program holders at Pasirkaliki Health Center can implement physical activity for clients or people with hypertension such as walking for 30 minutes every day, and going up and down stairs for 10-15 minutes.

Key words: physical activity, hypertension, adults
Bibliography: 18 Books, 32 Journal, 14 Article (2003-2024).

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan Bandung > D IV
Depositing User: Ms. NURABILLA MAHARANI CAYADEWI
Date Deposited: 28 Apr 2026 01:54
Last Modified: 28 Apr 2026 01:54
URI: http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/10257

Actions (login required)

View Item View Item