LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI WILAYAH RW 07 KELURAHAN CIPAGERAN KECAMATAN CIMAHI UTARA : Pemberdayaan Warga Desa Cipageran Cimahi Utara dalam Upaya Mensejahterakan Masyarakat dan Mewujudkan Desa Sehat

Anggrawati, Rd Hetty and Hiranya Putri, Megananda and Setiawan, Asep and Sugihartina, Ganthina and Sakti, Bani and Erlina, Erlina (2018) LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI WILAYAH RW 07 KELURAHAN CIPAGERAN KECAMATAN CIMAHI UTARA : Pemberdayaan Warga Desa Cipageran Cimahi Utara dalam Upaya Mensejahterakan Masyarakat dan Mewujudkan Desa Sehat. Project Report. Poltekkes Kemenkes Bandung. (Unpublished)

[img] Text
laporan akhir Susi K IBW Cipageran 2018.pdf

Download (358kB)

Abstract

Pembangunan Kesehatan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Hal ini sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan ini tentu menjadi tanggung jawab semua unsur penyelenggara negara mulai dari tingkat pusat hingga level pemerintahan yang lebih kecil di daerah termasuk didalamnya peran aktif masyarakat desa untuk senantiasa terlibat dalam proses-proses pembangunan kesehatan guna merubah prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Masyarakat desa sebagai sebuah komunitas masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah dan wewenang sendiri, sajatinya dapat mengatur dan mengurus urusan dan kepentingan masyarakat-nya, berdasarkan prakarsa mereka. Prakarsa atau partisipasi masyarakat dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong secara bersama-sama guna mewujudkan sebuah tatanan hidup masyarakat dengan paradigma “Desa Sehat” yang diharapkan berimplikasi langsung bagi peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Konsep Desa sehat yang penulis maksudkan adalah suatu gerakan untuk menciptakan atau mewujudkan sebuah desa dengan kondisi masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan , mampu menerapkan pola/budaya hidup sehat dan bersih baik jasmani maupun rohani. Selain itu juga untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, rapi dengan mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk kelangsungan hidup baik diri sendiri maupun orang lain dan juga sehat dalam arti mandiri secara ekonomi. Memang dalam mewujudkan Desa Sehat bukanlah hal yang mudah, karena didalamnya terdapat berbagai aspek yang berperan, mulai dari aspek sosial-budaya, pendidikan, kebijakan daerah hingga kesadaran masyarakat desa untuk mau merubah pola pikir dan kebiasaan�kebiasaan mereka yang selama ini tidak sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat. Dalam konteks ini aspek peningkatan pendidikan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi mengenai terkait permasalahan kesehatan yang biasanya timbul di masyarakat sehingga ada pemahaman dan pengetahuan dasar, yang dengan sendirinya akan mendorong kearah perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat. Paradigma “Desa Sehat” ini tentu menjadi harapan bagi seluruh warga masyarakat desa dalam upaya bersama menata kehidupan bermasyarakat yang lebih baik dan peran aktif. Dalam kondisi ini masyarakatlah yang akan mewujudkan suatu pemerintahan Desa, dan masyarakat Desa yang memiliki derajat kesehatan yang optimal, berperilaku hidup sehat dan bersih sehingga mampu produktif, berdaya saing, mandiri, bahagia dan sejahtera untuk membantu kegiatan tersebut diatas akan dilakukan kegiatan pengabdian yang komprehensif melalui peningkatan motivasi dan konsultasi mengenai persiapam menuju Desa Sehat. Adapun tindakan yang akan diberikan atau disampaikan untuk mewujudkan Desa Sehat yang akan TIM Pengusul lakukan, antara lain PHBS ( Prilaku Hidup Bersih Sehat) yaitu meningkatkan dan memotivasi masyarakat untuk melakukan tindakan preventif secara mandiri dengan cara memiliki budaya menjaga diri sendiri dari penyakit, sehingga dalam hal ini TIM Pengusul ingin membantu masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam melakasanakan tindakan preventif terhadap penyakit yang disebabkan karena prilaku hidup yang kurang baik , adapun tindakan yang akan diberikan antara lain mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan , menggosok gigi, pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang memiliki bayi, sedangkan untuk kelompok WUS ( Wanita Usia Subur) mereka akan dipaparkan tentang pentingnya pemeriksaan IVA Tes untuk mendeteksi dini Kanker Servik yaitu penyakit yang paling besar sebagai penyebab kematian Wanita dan TIM pengusul pun memandang pentingnya Kepatuhan masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obat an, sehingga masyarakat yang sudah terlanjur sakit dapat memiliki pengetahuan yang baik tentang obat sehingga angka kesakitan akan menurun. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, di wilayah Desa /Kelurahan Cipageran Cimahi Utara memiliki Angka kesakitan masyarakatnya masih cukup tinggi, sedangkan penyuluhan tentang PHBS dan lainnya sudah dilakukan oleh PKM Cipageran tetapi masyarakat masih tetap kurang termotivasi, salah satu contoh pada masyarakat yang mengidap penyakit Hypertensi, TBC maupun ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa ) masih banyak yang tidak mengkonsumsi obat nya dengan baik dan benar. Sehingga dengan adanya masalah tersebut di atas, maka kami TIM Pengusul akan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan PHBS mencuci tangan dan perawatan gigi, ASI Eklusif, Kesehatan Reproduksi dan Kepatuhan masyarakat dalm mengkonsumsi Obat. Adapun tenaga yang akan turun kelapangan terdiri dari Dosen dan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan yaitu keperawatan, kesehatan gigi, dan farmasi.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan
Divisions: Jurusan Keperawatan Bandung > D IV
Depositing User: Mrs Lasya Noerlaeli
Date Deposited: 22 Dec 2021 04:05
Last Modified: 22 Dec 2021 04:05
URI: http://repo.poltekkesbandung.ac.id/id/eprint/3942

Actions (login required)

View Item View Item